Meniti Jejak Budaya dan Bahasa: Catatan Perjalanan English Camp 2025
Disusun Oleh: Ahmad Hidayat/Panitia English Camp 2025
Perjalanan edukasi yang dinanti-nanti akhirnya tiba. English Camp 2025 bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah petualangan enam hari yang dirancang khusus untuk membawa siswa SMPI Al Azhar 19 Cibubur keluar dari zona nyaman menuju jantung budaya Jawa di Desa Wisata Pentingsari, Yogyakarta. Bekerjasama dengan Ariez’s Tour & Travel, petualangan ini menjadi perpaduan sempurna antara pembelajaran bahasa Inggris intensif dan pengalaman hidup yang tak terlupakan.

Awal Petualangan: Dari Gambir Menuju Jogja
Semangat sudah terasa sejak sore hari di Stasiun Gambir. Di bawah temaram lampu stasiun, para peserta berkumpul, menerima perlengkapan kamp, dan mulai berkenalan dengan tutor pendamping mereka. Tepat pukul 21.20, kereta api Taksaka Malam mulai bergerak membelah malam. Di dalam gerbong yang nyaman, diskusi ringan dalam bahasa Inggris mulai terdengar, menjadi awal dari komitmen mereka untuk menggunakan bahasa internasional ini selama kegiatan berlangsung.

Menapaki Kehangatan Desa Pentingsari
Fajar menyingsing saat peserta tiba di Stasiun Yogyakarta. Perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Desa Wisata Pentingsari yang asri. Setibanya di sana, suasana pedesaan yang tenang menyambut mereka. Tidak ada hotel berbintang, melainkan homestay milik warga lokal yang hangat. Di sinilah pelajaran tentang kemandirian dan adaptasi dimulai, di mana mereka tinggal bersama keluarga angkat dan mencicipi masakan rumah khas pedesaan.

Workshop Budaya: Belajar dari Akar
Hari-hari di Pentingsari diisi dengan kegiatan yang sangat padat namun edukatif. Dalam panduan tutor dan native speaker, siswa terjun langsung ke lapangan. Mereka belajar cara membudidayakan kopi dan cokelat, merasakan jemari yang berlumur malam saat belajar membatik canting, hingga melihat langsung proses budidaya lele sebagai bagian dari workshop UMKM lokal. Setiap instruksi diberikan dalam bahasa Inggris, memaksa siswa untuk memahami dan merespons dalam konteks nyata.
Tak hanya itu, dentuman gamelan dan seni membuat Wayang Suket (wayang dari rumput) menjadi cara unik bagi siswa untuk mengapresiasi kearifan lokal. Sore hari seringkali ditutup dengan persiapan untuk Night Performance, di mana setiap kelompok menyiapkan pertunjukan seni yang akan ditampilkan di malam terakhir.

Adrenalin di Kaki Gunung Merapi
Suasana tenang desa berubah menjadi seru saat tiba waktunya petualangan Lava Tour Merapi. Mengendarai Jeep terbuka, peserta diajak menyusuri jejak-jejak sisa letusan Merapi yang megah. Debu, angin, dan pemandangan Musem Sisa Hartaku memberikan latar belakang dramatis bagi mereka untuk berlatih deskripsi visual dalam bahasa Inggris.
Keseruan berlanjut dengan kegiatan Amazing Race dan River Trekking. Menelusuri sungai yang dingin, bekerja sama melewati rintangan, dan menyelesaikan tantangan kelompok di alam terbuka mempererat ikatan persaudaraan antar siswa.

Malam Perpisahan dan Kenangan Malioboro
Malam terakhir ditutup dengan penampilan-penampilan yang hangat di bawah langit malam Jogja. Night Performance menjadi panggung bagi siswa untuk menunjukkan kepercayaan diri mereka berbicara di depan umum menggunakan bahasa Inggris. Gelak tawa dan tepuk tangan menjadi saksi keberhasilan mereka melewati tantangan kamp ini.
Sebelum kembali ke Jakarta, kunjungan ke Candi Pramanan, dan Malioboro menjadi penutup yang manis. Di sini, siswa diajak berinteraksi dengan turis mancanegara maupun pedagang lokal, menerapkan hasil belajar mereka sebelum akhirnya kembali ke rumah membawa sertifikat, pengetahuan baru, dan yang paling penting: keberanian untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

English Camp 2025 bersama Ariez’s Tour & Travel bukan hanya tentang belajar kosakata baru, tapi tentang bagaimana bahasa menjadi jembatan untuk memahami budaya, alam, dan diri sendiri. Sampai jumpa di petualangan berikutnya!

Kunjungi Official Account kami
Website : smpialazhar19.sch.id
Instagram : smpialazhar_19
Contact Person : 081385779434

